Info Kota Palangka Raya – Gelaran PTB dalam rangkaian Lewu Palangka Festival 2025 resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, di Gedung GPU Palampang Tarung, Palangka Raya. Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini ditandai dengan tradisi pemukulan katambung, simbol kebersamaan dan semangat kebudayaan Dayak yang menjadi ciri khas Kalimantan Tengah.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Pemerintah Kota Palangka Raya, dan Dekranasda menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis lokal.
UMKM Jadi Fokus Utama PTB 2025
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andreas, menegaskan bahwa Pesona Tambun Bungai (PTB tahun ini difokuskan pada pengembangan UMKM binaan BI Kalteng.
*”PTB 2025 menjadi momentum untuk mempromosikan produk-produk UMKM, mulai dari peningkatan akses pembiayaan, inovasi kemasan, hingga jaminan kualitas produk. Kami berkomitmen mendorong daya saing pelaku usaha lokal di pasar yang semakin dinamis,”* ujar Yuliansyah.
Dukungan BI Kalteng tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga mencakup pelatihan digital marketing, pengembangan branding, dan perluasan jaringan pemasaran. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.
UMKM dan Pariwisata sebagai Pilar Ekonomi Kalteng
Plt. Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menekankan bahwa sektor UMKM dan pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Kalimantan Tengah.
“Melalui Pesona Tambun Bungai, kita tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang. Ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Leonard.

Baca Juga: Lewu Palangka Festival & Pesona Tambun Bungai 2025
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Ketua Dekranasda Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Dekranasda berperan aktif dalam meningkatkan kualitas produk kerajinan dan kuliner lokal melalui pelatihan dan pendampingan.
“Kami mendorong UMKM, khususnya yang dikelola perempuan, untuk terus berinovasi. Dengan dukungan BI dan OJK, kami optimis produk-produk Kalteng bisa bersaing di tingkat nasional bahkan global,” ungkap Avina.
Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga hadir untuk memastikan akses permodalan yang lebih mudah bagi UMKM, termasuk program kredit ultra mikro dan pendampingan keuangan.
Ragam Acara di PTB & Lewu Palangka Festival 2025
Selama penyelenggaraannya, PTB dan Lewu Palangka Festival 2025 menawarkan berbagai kegiatan menarik, antara lain:
-
Pameran UMKM – Menampilkan produk unggulan dari berbagai daerah di Kalteng, mulai dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga produk agroindustri.
-
Pentas Seni Budaya – Pertunjukan tarian Dayak, musik tradisional, dan kontemporer yang memukau.
-
Workshop Kewirausahaan – Pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, dan pengembangan produk.
-
Festival Kuliner Nusantara – Menghadirkan cita rasa autentik makanan khas Kalimantan Tengah dan daerah lain.
-
Lomba-Lomba Kreatif – Seperti lomba desain kemasan produk UMKM dan konten kreator lokal.
Meski antusiasme peserta dan pengunjung tinggi, tantangan utama tetap ada, seperti persaingan dengan produk impor dan keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil. Namun, dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, BI, OJK, dan Dekranasda, diharapkan UMKM Kalteng bisa terus tumbuh dan berdaya saing.
PTB dan Lewu Palangka Festival 2025 bukan sekadar event tahunan, melainkan gerakan kolektif untuk memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. Dengan semangat “Tambun Bungai” (kekayaan alam dan budaya Kalteng), festival ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
















