Kota Palangka Raya – Masih Berlangsung Masih berlangsung dan pantau melalui link live streaming Gerhana Bulan Total malam ini atau Minggu (7/9/2025).
Info BMKG, Gerhana Bulan Total saat ini mulai di pukul 22.26.56 WIB tanggal 7 September 2025 dengan Jadwal Puncak Blood Moon terjadi pada pukul 01.11.45 WIB dini hari tanggal 8 September 2025.
Selain doa gerhana bulan, simak juga tata cara salatnya sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari Tribunnews, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengajak umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana bulan total (blood moon) yang diperkirakan terjadi pada Minggu (7/9/2025) hingga Senin dini hari (8/9/2025).
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena langit ini akan mulai terlihat pukul 23.27 WIB hingga tiga jam berikutnya.
Dalam ajaran Islam, shalat gerhana hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutub Ilmiyah, 2002).
Tata cara sholat gerhana bulan sedikit berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya, yaitu dua rakaat dengan setiap rakaatnya memiliki dua ruku dan dua itidal.
Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Matahari dan Bulan berada dalam peredarannya atas izin Allah SWT.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya [21]: 33)
Baca Juga : BERLANGSUNG Live Streaming Gerhana Bulan Total Sekarang, Puncak Blood Moon Dinanti
Ada pun dalam hadis disebutkan bahwa pernah terjadi gerhana pada masa Rasulullah dan beliau menyuruh umatnya untuk sholat.
“Telah menceritakan kepada kami ʻAbdullah bin Muhammad, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Hasyim bin al-Qasim, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Syaiban Abu Muʻawiyyah, dari Ziyad bin ʻIllaqoh dari al-Mughiroh bin Syuʻbah berkata: “Pada masa Rasulullah shallallahu ʻalaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, yaitu di hari meninggalnya putera beliau, Ibrahim.” Orang-orang lalu berkata: “Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!” Maka Rasulullah shallallahu ʻalaihi wasallam pun bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdoalah kalian kepada Allah.” (H.R. Bukhari I: No. 1043)
Dalam hadis lain, Rasulullah menjelaskan bahwa gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah.
“Telah menceritakan kepada kami Syihab bin ʻAbbad, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Humaid, dari Ismail dari Qais, ia berkata: Aku mendengar Abu Masʻud telah berkata: telah bersabda Nabi Saw: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seorang dari manusia, tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdirilah untuk salat”. (HR al-Bukhari I: No. 1041)
Selain sholat, Rasulullah juga meminta umatnya untuk memperbanyak dzikir.
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari & Muslim)
















